Nasi Bungkus Covid-19



gkjw-nasi-bungkus-covid-19

Masih ingat cerita tentang sahabat saya, yg bersama mamanya, menyediakan nasi bungkus untuk beberapa keluarga di sekitarnya yang terkena dampak covid-19?

Sore ini, adalah kali kesebelas, mereka berbagi nasbung. Memang tidak setiap hari, karena disesuaikan dengan kapasitas tenaga mereka.
Dan baru saja, sahabat saya itu melaporkan total pengeluarannya. Sebenarnya, kami tidak meminta laporan karena amat percaya pada mereka.

Saya cukup kaget dgn laporan keuangan yg dibuatnya. Tidak terlalu banyak pembelanjaannya. Padahal nasbungnya selalu lengkap lhooo…nasi, sayur, lauk pauk, plus tambahan seperti es kacang hijau atau kolak.

Sahabat saya itu cerita…
Dia belanja sayur dan bahan lainnya ke pasar dekat rumahnya, agak siangan. Biasanya yg tersisa adalah penjual yang sudah sepuh (tua), dengan aneka sayur yang layu agak kuning.
Jarang ada yang melirik sayuran yang dijual penjual seperti itu. (Ahh… merasa tertampar, karena saya pasti menginginkan sayur yang selalu segar saat membelinya). Dia selalu membeli sayur dari pedagang2 yang sepuh tersebut. Berbagi rejeki yang sedikit tetapi bisa dinikmati banyak orang.
Harga sayuran seperti itu memang lebih murah. Tetapi tetap bisa diolah menjadi masakan yang bergizi dan amat dibutuhkan oleh mereka yang berkekurangan. Terlebih diolah dengan ketulusan cinta, dari sahabat saya dan mamanya.

Ahh… sekali lagi….cara berpikirmu membuatku amat kagum padamu, sahabat…
Kamu…sungguh adalah Injil yang hidup. Dan keutamaan vinsensian sungguh engkau hidupi hingga saat ini.
Berkat dan sukacita selalu melimpah untukmu sekeluarga yaaa…

Kristien Yuliarti, buka Facebook

Title: Nasi Bungkus Covid-19
Permalink: https://gkjw.org/145-nasi-bungkus-covid-19
Category: Artikel