loading

Kategori: Artikel [88]

gkjw-ipad-tablet-media-online-digital



Artikel - Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi saat, tahun 2020 ini, sudah sangat pesat. Berbeda dengan di era tahun 80-an. Ketika itu apabila seseorang ingin berkomunikasi dengan pihak lain, agak mengalami kesulitan. Orang jaman sekarang mengatakan komunikasi yang “lelet”. Sebagai contoh, ketika seorang lelaki mengirimkan surat cintanya kepada gadis

gus dur gkjw-persaudaraan-sejati



Artikel - Hari ini bulan Mei di Surabaya, 2 tahun lalu. Di sudut kota semarak spanduk bertulis khas Suroboyo seperti, Suroboyo Wani, Iki Suroboyo Cok, Teroris Jancok, dll Ini ungkapan kemarahan atau empati warga Surabaya setelah beberapa Gereja di bom. Saya jadi teringat 24 tahun lalu, di kota sama. Sama Hari Minggu, 9

bocah angon kyai sadrach j wilhelm, Gerakan Warga GKJW, GKJW



Artikel - "Ojo kebanjur karepmu kang tanpo kusur. Tapamu udharono nuli tangiyo. Sing kok arep arep wis teko. Jenenge BOCAH ANGON gawane sodo lanang. Paranono mangalor mesthi ketemu. Iku kang bakal nundhuhake lelakon kang bener becik. Tut burinen saparane ". Terjemahan bebas : " Janganlah keinginananmu tanpa arah. Hentikan bertapamu dan bangunlah.

Emde Straat Soerabaia, Gerakan Warga GKJW, GKJW.org



Artikel - Semua cerita berawal disini. Rumah tua kayu berlantai dua, di luar kota benteng Surabaya. Pemukiman orang indo Eropa. Rumah Johannes Emde, tukang jam berkebangsaan Jerman. Lantai dasar tempat kerjanya, bengkel arloji. Lantai atas tempat tinggal dan ruang pertemuan OSS (orang saleh Surabaya). Rumah ini juga menyiapkan kamar khusus.

BUNGUR (Lagerstroemia speciosa), Gerakan Warga GKJW, GKJW



Artikel - BUNGUR (Lagerstroemia speciosa) Menurut Destario Metusala, ahli Taksonomi dari lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Bungur adalah pohon lokal asli Indonesia. Di Jawa disebut, KETANGI, laban dan wungu. Bungur juga salah satu tanaman obat. Mengandung saponin, flavonoid dan tanin. Selain anti diabetes, air rebusan daunnya bisa mengobati kencing batu dan

Ikhtisar Setengah Perjalanan Kita (1), Gerakan Warga GKJW, Gerakan Warga GKJW



Artikel - (Bagian Pertama) “Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, hari ini adalah anugerah”, pepatah Cina ini rasa-rasanya menjadi relate, terutama di situasi kita yang sekarang ini. Tahun 2020 telah sampai di setengah perjalanannya, dan begitu banyak peristiwa di tahun ini yang mencengangkan dan tidak pernah dipikirkan oleh kita semua yang

GKJW Ketika PHK PNS - H+2 PSBB. sby



Artikel - Batavia, sehari setelah Natal. 26 Desember 1932 para pns nya Hindia Belanda turun ke jalan. Dengan memakai seragamnya, jas, pantalon putih lengkap topi helmnya. Para Ambtenaar ini demo sambil mengacungkan poster tuntutannya : "Pemerintahlah yang membuat kami memberontak, Turunkan harga, Naikkan gaji pegawai..." Jaman Malaise, jaman meleset, resesi depresi

Penjual Roti, Gerakan Warga GKJW, Gerakan Warga GKJW



Artikel - Saat makan siang tadi, Edwin, anak sulung kami, mengajak saya diskusi tentang buku The Alchemist -Paulo Coelho-. Buku itu dia baca sejak hari Senin malam, tadi pagi dia sudah selesai membaca hanya saja dia bingung dengan akhir kisahnya yang menggantung. Sambil makan saya ajak Edwin kembali memahami bagian per

Sidang Majelis Agung Istimewa, Gerakan Warga GKJW, GKJW.org



Artikel - Sidang Majelis Agung ke-4 tahun 1933 di Peniwen terasa istimewa. Hari itu Minggu 18 Mei 1933, hari terakhir sidang. Tiga orang lanjut usia dan satu anak dari Pulau Bali dibaptis. Disidang hari sebelumnya, Tartib Eprayim telah memberikan pidato laporan perjalanannya ke Pulau Bali dengan rinci dan sangat luar

gkjw-didikempot-mualaf



Artikel - 1. RANAH PRIVAT, BUKAN KONSUMSI PUBLIK Menghadapi maraknya ujaran kebencian (hate speech), ramai-ramai kita sematkan identitas kenusantaraan dalam agama kita. Apakah itu Islam, Hindu atau Kristen, lebih ramah rasanya kalau kita sematkan kata “nusantara” di belakangnya. Entah kenapa, akhir-akhir ini “syahwat keagamaan” kita cepat sekali naik dalam menyikapi