Ratu Adil – H+15 PSBB.Sby



gkjw ibrahim tunggul wulung

Cuplikan debat, adu elmu Ngabdullah Vs Endang Sampurnawati :

Endang : "Ana kemiri tiba saiki, kena dijupuk dhek wingi".
Ada buah kemiri jatuh sekarang, tapi buahnya bisa diambil (dinikmati) kemarin.
Ngabdullah : "Ratu adil mertamu, tamu mbagekake kang didayohi. Sebiting tanpa sangu"
Ratu adil datang sebagai tamu justru ia yang melayani padahal tidak membawa Bekal
Itulah adu elmu para pencari elmu ketika bertemu di Gunung Kelud. Seperti tebak tebakan. Siapa yang kalah harus ikut yang menang. Hasilnya, draw. Karena jawabannya sama : Ratu adil Isa Roh Allah."Aku berkata kepadamu sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.
Inilah folklore, tradisi lisan. Seperti Ngabdullah mengganti nama Tunggul Wulung.
Konon Tunggul Wulung nama penjaga Gunung Kelud. Titisan Kyai Daka, abdi kepercayaan Raja Jayabaya.
Cerita lisanpun mengalir, sebelum muksa Jayabaya menulis serat. Besok di jaman Kaliyugo, jaman sulit akan datang ratu adil bergelar Tanjung Putih atau Herucokro. Pendiri jaman emas membebaskan masyarakat Jawa. Mungkin ini Ngabdullah memilih nama Tunggul Wulung. Apalagi saat itu bersamaan dengan sistem tanam paksa (1833-1867).
Sedangkan nama Ibrahim di dapat ketika Ngabdullah turun gunung pergi ke Mojowarno. Dua bulan lebih ia berguru disana. Akhirnya di baptis Pdt Jallesma dengan nama Ibrahim. Jallesma terkesan dengan keteguhan / tunggul Ngabdullah. "Tubuhnya tinggi ramping, hidung mancung, matanya bersorot tajam setajam keteguhan hatinya". Sosok pemimpin model Abraham.

Tidak dapat dipungkiri setelah perang Jawa 1830, ratu adil erucakra seperti Diponegoro diharap masyarakat Jawa. Pemberontakan kecil mulai merebak di Jawa.1886 Banyumas, gerakan Imam Sujana. Madiun, peristiwa Pulung. 1888 Blitar, gerakan Jasmani yang mengaku sebagai Sultan Erucakra.
Paham ratu adil bagi Ibrahim Tunggul Wulung dilakukan tidak dengan kekerasan. Model Coolen dan elmu dari Mojowarno ia terapkan. Membuka Hutan Bondo dan sekitarnya. Membentuk komunitas mengajarkan ratu adil Sang Mesias.
Laporan zending waktu itu menggambarkan Tunggul Wulung sering membicarakan ramalan Joyoboyo. Datangnya Ratu adil yang mengusir orang Prenggi /Perancis /Eropa untuk mendirikan kerajaan Jawa yang merdeka.
Suatu kali Tunggul Wulung ditegor Asisten Residen lewat pendeta zending. Tunggul Wulung ketika bertemu dengan pejabat kolonial, tetap bersikap tegap tidak menunduk apalagi jongkok seperti pribumi lainnya. Ia merasa sederajat.
Itulah Kyai Ibrahim Tunggul Wulung (1800 – 1885).

H+15 psbb.sby
Hadiyanto, bit.ly

Title: Ratu Adil – H+15 PSBB.Sby
Permalink: https://gkjw.org/88-ratu-adil-h15-psbb-sby
Category: Artikel