Renungan - Refleksi Rumahan #27: Kakang Kawah Adhi Ari-ari Ada aku yang lain dalam tiap kehadiran manusia, begitulah setidaknya tradisi kearifan yang hidup mengalir dalam darahku. Bahwa yang disebut 'aku' itu tidak pernah benar-benar sendiri. Dia hadir di dunia bersama aku bawaan, aku pemberian, dan aku pendahulu. Sulit membayangkan mengenai hal itu
-
Ibadah Minggu 30 Juni 2024 GKJW Jemaat Wiyung
-
Nana Berkunjung ke Kota Shorts TayoBahasaIndonesia
-
Selamatkan bus bus itu Shorts TayoBahasaIndonesia
-
GKJW Feeds is collection of rss atom and last updates news about GKJW Updated every hour
-
Episode 5 Mainan Emak KiGaBo Serial Animasi Majalah Bobo
-
18 Teka teki Ini Lebih Menyegarkan dari Espresso
-
15 Teka teki yang Tampaknya Mudah dengan Pelintiran pelintirannya
-
SELAH WORSHIP TUHAN YANG BESAR SARI SIMORANGKIR

2. MembatasiMembatasi
Renungan - Membatasi “ Apa Allah itu ada ?” tanya seorang Marxis “Tentu tidak seperti yang dipikirkan oleh rakyat,” jawab Sang Guru. “Siapa yang anda maksud, bila anda menyebut rakyat?” “Siapa- siapa saja.” (Dikutip dari buku “Sejenak bijak”, oleh Anthony de mello sj; KANISIUS, 1987, hal. 193). Bacaan : a. Kejadian 25: 19- 34 b. Roma 8:

3. Semua ber-ikhtiar – H+3 PSBB.sbySemua ber-ikhtiar – H+3 PSBB.sby
Artikel - Pemerintah Hindia Belanda telah melakukan usaha mengatasi pandemi flu Spanyol ini. Virus flu semakin ganas sedang obat dan vaksin belum ada. Di tengah kegalauan, ikhtiar di seluruh negeri pun muncul. Dengan harapan yang sama, pagebluk ini cepat pergi. Tahun 1919, di sebuah laboratorium kedokteran Batavia. Kabar baik muncul. Mereka mengklaim
