Memandang Matahari



gkjw-melihat-matahari-pantai-siluet

Di saat adanya pandemic covid-19 ini, banyak sekali berita-berita yang bertebaran di sekitar kita. Baik itu di dunia nyata maupun di dunia alam maya. Berita-berita yang beredar itu lebih banyak mengarah kepada hal-hal yang negatif, sekaligus membuat banyak orang menjadi khawatir. Namun tak dapat dipungkiri pula, bahwa ada berita-berita yang positif, yang membuat orang juga tetap bersemangat untuk menjalani kehidupan di tengah situasi menghadapi pandemic covid-19 ini.

Banyak orang berusaha untuk memberi saran atau nasehat, agar tubuh tetap sehat dan kuat, di saat menghadapi wabah ini. Antara lain: rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan yang bergizi, berpikiran posistif, berjemur di bawah sinar matahari.

Wacana tentang kesehatan, tentang pentingnya berjemur di bawah sinar matahari, banyak sekali beredar di internet. Hal ini terkait dengan usaha manusia agar tetap memiliki ketahanan tubuh yang kuat untuk dapat mengatasi wabah akibat dari pandemic covid-19 ini.
Berikut ini, rangkuman tekait manfaat berjemur di bawah sinar matahari :
1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
2. Memperkuat kesehatan tulang
3. Mengurangi depresi ringan
4. Meningkatkan kualitas tidur
5. Menyembuhkan penyakit kulit
Akan tetapi, Anda perlu mengetahui waktu berjemur yang baik jam berapa dan tips melakukannya dengan aman sehingga manfaat berjemur di bawah sinar matahari didapatkan secara optimal.
Untuk lebih jelas dan detail, terkait manfaat berjemur di bawah sinar matahari, dapat dilihat pada kesehatan.kontan.co.id

Terkait kesehatan tubuh pada saat berjemur, begitu jelas nampak pada tulisan artikel tersebut, namun ada juga sebuah tambahan wawasan lainnya, yang terkait dengan berjemur di bawah sinar matahari ini. Wawasan atau pendapat yang dapat diakses pada postingan LQ Hendrawan youtube.com ini, sekiranya dapat menambah pengetahuan tentang manfaat berjemur di bawah sinar matahari.
Sejak adanya kegiatan kerja di rumah atau WFH (WFH adalah singkatan dari work from home yang berarti bekerja dari rumah. Secara umum biasanya work from home diartikan dengan cara kerja karyawan yang berada di luar kantor. Entah dari rumah, dari cafe atau restoran sesuai dengan keinginan karyawan. Sistem kerja wfh memang memiliki fleksibilitas yang tinggi. Hal ini guna mendukung keseimbangan karyawan antara pekerjaan dan kehidupan, jurnal.id), tentulah kita lebih banyak waktu untuk berdiam diri di rumah. Selain itu di saat berdiam diri di rumah itu, tentu kita juga ada waktu bagi kita untuk berjemur di bawah sinar matahari. Hal mana kegiatan ini kita lakukan dalam rangka untuk menjaga kesehatan tubuh kita masing-masing.

Sementara itu di dalam kitab Pengkhotbab 11:7, ada tertulis demikian: “Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata”.
Apa yang tertulis dalam ayat ini jelas sekali bercerita tentang manfaat bagi tubuh untuk selalu berjemur di bawah matahari. Secara kasat mata, di saat kita melihat matahari terbit di pagi hari, dengan mata telanjang sebagaimana yang diungkapkan oleh LQ Hendrawan tersebut di atas, pastilah kita akan dapat mensyukuri betapa indah karya Tuhan atas alam semesta ini.
Ketika kita membaca kitab Pengkhotbah 11:7 itu apa adanya, maka yang muncul dalam pemahaman kita adalah sebagaimana yang disarankan oleh para ahli kesehatan terkait dengan memandang matahari secara mata telanjang, tidak memakai alat pelindung, yaitu kaca mata. Namun ketika kita mencoba membaca tafsiran dari para ahli tafsir alkitab, tentu akan muncul lagi pemahaman yang baru terkait halnya tindakan untuk “memandang matahari” itu.

Pdt. Emanuel Gerrit Singgih, Ph.D., dalam bukunya yang berjudul “Hidup di bawah bayang-bayang maut : sebuah tafsir Kitab Pengkhotbah” (Cetakan ke-2, Jakarta: Gunung Mulia, 2001, hal 201), menafsirkan kitab Pengkhotbah 11:7, demikian : “…. saya pikir bukan terutama terang matahari yang dimaksudkan melainkan keadaan terang yang mau dikontraskan dengan keadaan mendung di ayat 3. Kesan bahwa terang itu manis dan baik bagi mata tentu didapatkan setelah menderita serangan angin ribut dan hujan beberapa waktu lamanya. Mumpung lagi terang, nikmatilah hidup dan bergembiralah”.
Kehidupan kita saat ini telah “dipaksa” untuk memberlakukan WFH. Kehidupan secara WFH ini membuat kita mudah terjatuh dalam suassana kebosanan. Kita menjadi jenuh. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita merasa tidak berdaya. Pikiran-pikiran negatif lebih banyak menghantui pikiran kita. Ketika pikiran negatif lebih dominan dalam hidup kita, maka daya tahan tubuh kita pun akan menurun. Karena itu marilah kita selalu berpikiran poisitif.

Berpikir positif adalah cara berpikir yang berangkat dari hal-hal baik, yang mampu menyulut semangat untuk melakukan perubahan menuju taraf hidup yang lebih baik. Pikiran positif adalah ketika pikiran kita dikuasa oleh perasaan gelisah, namun kita tetap merasa senang. Pikiran dan perasaan kita berisikan hal-hal yang mencerahkan dan tidak memenuhi akal dengan pikiran- pikiran negatif.
Pikiran positif adalah pikiran yang dapat membangun dan memperkuat kepribadian dan karakter, yang melibatkan proses memasukkan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran membangun bagi perkembangan pikiran yang baik dan telah menjadi sebuah sistem berpikir yang mengarahkan dan membimbing seseorang untuk meninggalkan hal-hal negatif yang bisa melemahkan semangat perubahan dalam jiwanya.

Coba bayangkan sejenak, pada saat perut kita lapar, atau mungkin tenggorokan kita terasa kering kehausan, tentulah sebuah gambar makanan yang enak atau gambar es dawet, akan membuat tenggorokan kita secara tidak sengaja menelan air ludah kita sendiri.
Kita belum makan atau minum untuk mengurangi rasa lapar kita, namun gambar-gambar yang muncul itu, sungguh sangat menyenangkan mata kita itu, dan secara tidak sadar telah mempengaruhi pikiran kita. Membuat hati kita tergerak untuk segera mencari makanan atau minuman yang memuaskan rasa lapar dan dahaga kita. Artinya, kekuatan pikiran kita mampu untuk mengatasi “penderitaan” yang kita alami pada saat itu.

Banyak hal yang dapat kita ambil hikmahnya dari suasana WFH ini. Misalnya, kita ada banyak luang untuk selalu berkumpul bersama keluarga.
Selama ini mungkin kita disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan kita, sehingga waktu untuk berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga “sangat mahal” sekali. Namun sekarang, kita ada banyak waktu untuk bercanda ria bersama keluarga kita.
Bagi mereka yang mempunyai hobi memasak, tentulah pada saat WFH ini, akan memunculkan resep-resep masakan yang baru. Siapa tahu, dari resep yang baru ini bisa dijual dan menambah pemasukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Atau barangkali juga dapat berkreasi bercocok tanam di lahan yang terbatas. Memelihara hewan peliharaan yang lucu, atau hewan yang dapat dijual atau dikonsumsi untuk diri sendiri.

Saling membantu pada keluarga atau tetangga yang selama ini jarang kita temui.
Memberi tanda bintang lima, pada aplikasi di ponsel, yang melayani hantaran makanan atau pada jasa pengiriman barang yang kita beli. Tetap semangat. Tetap berpikiran positif. Mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah, semua itu kita lakukan untuk kebaikan dan kesehatan diri kita maupun untuk orang lain.
Kegembiraan menyambut kehidupan, dalam suasana dan peristiwa apapun, akan membuat kita menjadi manusia yang kuat. Tangguh. Untuk akhirnya menjadi seorang pemenang. Karena bagaimanapun juga “hati yang gembira adalah obat, namun semangat yang patah mengeringkan tulang.”

tyo
Bulan Kesaksian dan Pelayanan GKJW, medio 2020

Title: Memandang Matahari
Permalink: https://gkjw.org/220-memandang-matahari
Category: Artikel