Artikel - Berbicara tentang agama dan kehidupan beragama di Indonesia memang tak akan pernah ada habisnya. Sudah saatnya ketika berbicara tentang agama, kita memakai kacamata yang berbeda dari yang selama ini kita pakai, dengan kata lain, melihatnya haruslah dari berbagai sudut pandang. “The Meaning and The End of Religion” karya
Post Tags
Related Post

2. Cangkir Kopi Douwe Egbert: Gadis Berhias MutiaraCangkir Kopi Douwe Egbert: Gadis Berhias Mutiara
Bineka - Kejayaan perdagangan dengan Asia Tenggara pada abad ke 18 membuat Belanda menjadi kekuatan ekonomi dunia. Seorang pedagang bernama Egbert Douwes memanfaatkan momentum ini. Ia mendirikan sebuah toko bernama De Witte Os (Kerbau Putih) di Joure, Friesland yang ada di bagian utara Belanda pada 1752. Toko itu menjual kopi, teh

3. Selasa Hitam – H+1 PSBB.sbySelasa Hitam – H+1 PSBB.sby
Artikel - Berawal hari itu, Selasa 24 Oktober 1929. Bursa saham Wall Street Amerika bergejolak. Para investor secara masif menjual 12,9 juta sahamnya. Efeknya... banyak perusahaan bangkrut, pabrik tutup. Dampaknya... PHK merajalela. Masa kelam, susah. Lalu orang mengenang dari THE BLACK TUESDAY. Karena berawal di Hari Selasa itu. Perekonomian dunia saat itu

4. Saya dicap Kafir – H+10 PSBB.sbySaya dicap Kafir – H+10 PSBB.sby
Artikel - "Kutukan bahkan saya orang kafir karena bertanggung jawab atas pembangunan berhala yang terbesar di tanah air". Tulis Daoed Joesoef dalam bukunya, Borobudur warisan umat manusia. Itulah kira kira isi surat kaleng ketika Daoed Joesoef memimpin pemugaran Candi Borobudur. Cacian, hujatan sampai kutukan sering ia terima. Daoed Joesoef mengabaikan semuanya

5. Berani Percaya serta Siap Dipakai TuhanBerani Percaya serta Siap Dipakai Tuhan
Renungan - Bacaan : YOHANES 20 : 19-23 dan I KORINTUS 12 : 3b-13 Tema : "Berani Percaya serta Siap Dipakai Tuhan" 1. Sudah kita pahami bahwa kita meyakini, sejak kita diserahkan dalam pembaptisan baik bayi maupun telah dewasa, kita dikaruniai Roh Kudus. Hal itu dilandaskan pada kesaksian di Alkitab sejak Bangkit

6. Warga GKJW TetulungWarga GKJW Tetulung
Bineka - Gambar ilustrasi adalah beberapa postingan di beberapa Whatsapp Grup dan juga sosial media Facebook. Itulah postingan dari beberapa pelaku UMKM GKJW yang sedang mempromosikan lapak dan dagangan rekan sejawatnya di embeumkm.com Bagi saya, ini sebuah ide bagus yang sebenar-benarnya. Kekuatan warga se-GKJW, kalo digunakan utk memberi traksi awal kepada akun-akun sosmed

7. Taubat dan Muallaf dalam Timbangan Kenusantaraan Kita : In Memoriam Mas Didi "Dionisius" KempotTaubat dan Muallaf dalam Timbangan Kenusantaraan Kita : In Memoriam Mas Didi "Dionisius" Kempot
Artikel - 1. RANAH PRIVAT, BUKAN KONSUMSI PUBLIK Menghadapi maraknya ujaran kebencian (hate speech), ramai-ramai kita sematkan identitas kenusantaraan dalam agama kita. Apakah itu Islam, Hindu atau Kristen, lebih ramah rasanya kalau kita sematkan kata “nusantara” di belakangnya. Entah kenapa, akhir-akhir ini “syahwat keagamaan” kita cepat sekali naik dalam menyikapi
