Emde Straat Soerabaia



Emde Straat Soerabaia, Gerakan Warga GKJW, GKJW.org

Semua cerita berawal disini. Rumah tua kayu berlantai dua, di luar kota benteng Surabaya. Pemukiman orang indo Eropa. Rumah Johannes Emde, tukang jam berkebangsaan Jerman. Lantai dasar tempat kerjanya, bengkel arloji. Lantai atas tempat tinggal dan ruang pertemuan OSS (orang saleh Surabaya). Rumah ini juga menyiapkan kamar khusus. Penginapan gratis kepada misionaris yang kebetulan singgah di Surabaya.

20 April 1859 Emde meninggal dunia.
Setelah pemakaman di Peneleh, keluarga membereskan segala sesuatu dikamarnya. Mereka terkejut menemukan sebuah album. Ada 87 nama tercatat disana. Seperti buku tamu. Nama nama Misionaris yang pernah menginap di kamar itu. Salah satunya, Joseph Kam. Tahun 1814 Kam menunggu 6 bulan kapal jurusan Ambon. Dari Kam lah, Emde mempunyai semangat PI. Setelah Kam bertugas ke Ambon, Emde mendirikan OSS Perkumpulan PI orang indo Eropa.

Ejekan sering terdengar di kelompok ini. Belanda (totok) mencemooh, kelompok eksklusif "para wanita Surabaya". Bahkan tahun 1820 Emde dipenjara karena laporan Pendeta Gereja Surabaya, dianggap menghina Pendeta & Gereja.
Belum lagi yang pribumi ikutan pula. Ketika kelompok ini pemahaman Alkitab, rumahnya kerap dilempari kerikil. Malam hari poster poster ditempel depan rumah. Pagi bangun tidur, Emde mencopotnya. Satu poster bergambar kartun Emde. Tangan kanannya memegang Alkitab tangan kirinya membawa botol bir. Entah maksudnya apa.

"Gold,Glory & Gospel," cuma slogan kolonial. Tidak ada " Glory" di Pulau Jawa. Perjanjian Baru Brückner yang baru dicetak, disita pemerintah. Alasannya yang sama sampai sekarang : menjaga keamanan (rust en orde) dan ketertiban negara. Takut kepada mayoritas.
Tetapi kelompok Emde terus menabur. Menerjemahkan Alkitab sendiri. Dalam bahasa Melayu rendah (dialek Surabaya) dibuat dan dibiayai sendiri.

Sampai saatnya tiba. Tidak ada pekerjaan menabur yang sia-sia. Benih itu tumbuh ditanah yang subur.
von Faber dalam Oud Soerabaia menulis,
Emde penduduk kota yang terpandang. Di hari pemakamannya yang mengantarkan seribu lebih orang ke makam Peneleh. Pengikutnya memberi sapaan, Santo dari Surabaya.
Ketika proyek jalan pos Daendels lewat Surabaya, perubahan dan penambahan jalan terjadi. Jalan depan rumah tua kayu berlantai dua itu diberi nama Emde Straat.

Title: Emde Straat Soerabaia
Permalink: https://gkjw.org/924-emde-straat-soerabaia/
Category: Artikel