Berpikir dan Bertindak Positif



Berpikir dan Bertindak Positif, Gerakan Warga GKJW, GKJW

Bacaan: Yohanes 4 : 5 – 42

Ada 4 (empat) bentuk perasaan Emosi yang biasa disebut basic emotion;
1. Gembira. Pada umumnya, perasaan gembira diekspresikan dengan senyuman atau tertawa. Dengan perasaan gembira seseorang dapat merasakan cinta dan kepercayaan diri.
2. Marah. Emosi marah terjadi saat individu merasa dihambat, frustasi karena tidak mencapai yang diinginkan, dicerca orang, diganggu atau dihadapkan dengan sesuatu yang berlawanan dengan keinginannya dll.
3. Takut. Perasaan takut merupakan emosi yang menunjukkan adanya bahaya.
4. Sedih. Seseorang akan merasa sedih apabila terpisah atau berpisah dengan yang lain, terlebih berpisah dengan orang yang dikasihinya. Peristiwa terasing, ditinggalkan, ditolak atau tidak diperhatikan dapat membuat individu bersedih.

Dari empat bentuk perasaan emosi tersebut, bapak ibu dan saudara lebih sering pada perasaan yang mana?. Tentunya kita semua pernah mengalami semuanya.
Jemaat yang terkasih, dalam keseharian kita tidak asing dengan istilah kelola emosi, redam emosi, jangan emosi dan banyak hal lainya yang berhubungan dengan kata emosi. Secara jelas penggunaan kata emosi biasanya merujuk ke arah negatif, padahal bentuk perasaan emosi ada 4 (empat) senang, marah, takut, dan sedih. Memang kita harus bisa mengelola setiap perasaan emosi yang ada dalam diri kita, dari keempatnya apabila tidak bisa kita kelola akan berdampak tidak baik bagi diri dan sekitarnya. Dan jelas tidak mungkin kita menghilangkan salah satu saja perasaan emosi tersebut.

Seorang Ahli dari Jepang MASARU EMOTO 2003 melakukan penelitian ; 2 botol air, 1 diucapkan dengan kalimat-kalimat cacian, kemarahan,dsb dengan emosi yang negatif. Botol 1 nya diberikan ucapan2 yang baik2 dengan emosi yang positif,. Sama2 disimpan, besoknya diteliti, maka botol yang berisi air yang diucapkan dengan hal2 yang emosi negatif berubah warnanya ; agak keruh, molekulnya : tidak beraturan susunannya dan baunya : agak tidak enak, diminum bisa berpotensi menjadi sumber penyakit. Botol satunya warnanya ; kebiru2an berkilau, molekulnya tertata dan teratur susunannya, baunya ; menyejukan, diminum berpotensi mengobati penyakit. Dia membuat buku MESSAGE FROM WATER (Pesan dari Air).
Pentingnya kita mengelola emosi didalam kehidupan ini agar mendatangkan kebaikan dan berkat.

Yohanes 4 : 5 – 42
Bacaan Injil kita saat ini, menunjukkan bagaimana Yesus melampaui kebiasaan-kebiasaan yang sudah ada sejak lama. Jelas sekali bahwa orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria, karena mereka menganggap orang Samaria tidak setia kepada Allah Israel, bahkan mereka tidak memakai cangkir dan mangkuk orang Samaria. Keterkejutan perempuan Samaria terhadap permintaan Yesus sangat beralasan karena dia mengetahui bagaimana relasi orang Yahudi dan orang Samaria (ayat 7-9). Kehadiran Yesus bagi perempuan Samaria merupakan keberuntungan yang tidak dapat tergantikan. Perjumpaan tersebut membuat perempuan Samaria mengenal siapa Yesus , melalui percakapan yang dilakukan. Kehadiran Yesus tidak hanya diperuntukkan oleh sekelompok orang saja melainkan kepada seluruh manusia yang berkenan menerima-Nya, seperti perempuan Samaria. Kehadiran-Nya membawa kelegaan bagi setiap orang yang menerima-Nya “Dia akan memberikan air hidup” (ayat 10-15).

Respon yang sebaliknya ada dalam benak para murid, mereka terheran Yesus berbicara dengan seorang perempuan Samaria (ayat 27) – karena tidak biasa dilakukan oleh orang laki-laki di jamannya – dan mereka menguasai dirinya dengan pemahamannya sendiri bukan dari sudut pandang Yesus, meskipun mereka sudah mengikut Yesus. Praduga dari para murid, dijawab oleh pernyataan Yesus bahwa mereka pun masih belum memahami kehadiran Yesus sepenuhnya (ayat 31-34). Respon yang berbeda pula yang dilakukan oleh perempuan Samaria, setelah dia mengenal Yesus, dia mewartakan ke seluruh orang yang ditemuinya perihal siapakah Yesus. Dua respon yang berbeda inilah yang menjadi penekanan si penerima Yesus dengan sungguh dan si penerima Yesus yang sebaliknya. Perlu diketahui bahwa dalam ayat 18, menegaskan bahwa Dia Sang Maha Mengetahui yang tersembunyi sekalipun termasuk hati manusia.

Jemaat yang terkasih,
kehidupan kita pun sarat akan perasaan emosi. Setiap peristiwa dalam hidup kita menimbulkan reaksi emosi kita dan bertanggungjawab terhadap peristiwa yang akan terjadi dari setiap perasaan emosi yang kita curahkan. Kisah perempuan Samaria beserta para murid, semuanya memainkan peranan emosinya dan tanggungjawab atas respon emosinya. Kitapun demikian, bagaimana kita mengelola emosi atas peristiwa yang kita alami. Apakah kita semakin menjauh dari Tuhan atau menjadikan kita semakin mengenal Tuhan dalam setiap peristiwa ataukah selalu bersungut-sungut seperti bangsa Israel, selalu menduga-duga dengan negatif, atau mewartakan Yesus seperti perempuan Samaria. Yang jelas kita tidak bisa memilih untuk mengingkari kasih Tuhan yang selalu ada bagi kita, tetapi melupakan-Nya itu merupakan pilihan.

Jemaat yang terkasih,
dalam masa pra paskah III ini, mari bersama kita senantiasa mengenal Tuhan yang menjadi sumber hidup kita, yang mendamaikan kita dan membawa kita dalam pengharapan. Dengan kita menata dan mengelola 4 (empat) perasaan emosi dalam keheningan, agar kita pun semakin sadar bahwa Roh Tuhan ada dalam diri kita membawa kita untuk mewartakan kasih setia-Nya. Mari meluangkan diri sejenak untuk berefleksi dalam keheningan merasakan kasih Tuhan yang tidak pernah tidak menyapa kita. Dan selalu ingat bahwa di dalam Tuhan tidak ada yang dapat disembunyikan, Dia mengetahui kita.

Amin

Pdt. Joko Hadi – GKJW Jemaat Pesanggaran
buka Facebook

Title: Berpikir dan Bertindak Positif
Permalink: https://gkjw.org/241-berpikir-dan-bertindak-positif
Category: Renungan