HUT GKJW Lawang ke-55: Bersabar Dalam Penderitaan



gkjw-hut-lawang-55-bersabar-dalam-penderitaan

Bacaan 1: Kis Ras 1 : 6- 14 .
Bacaan 2: I Petrus 4 :12-14; 5: 6-11.

1. Ada sebuah tayangan film kartun di Internet. Film itu berkisah tentang usaha manusia menjawab pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan di ruang angkasa . Judul Film kartun itu dinamai : FERMI PARADOKS. Maksudnya bertanya :” Apakah memang ada kehidupan lain di luar planet bumi kita sekarang yang dihuni kurang-lebih 8 Milyard manusia?”. …. Manusia di bumi sudah memasang sarana antenne peka ke luar angkasa. Manusia sejak 40 (empatpuluh ) tahun yang lalu mengirimkan sinyal “sapaan” ke luar sana. Tapi ternyata tak pernah mendapatkan jawaban. Sementara manusia di bumi dihebohkan terkadang ada “benda aneh terbang di angkasa” ( Atau UFO = Unidentified Flring Object). Demikianlah ada banyak kemungkinan : 1. Mahkluk asing (Alien) memang ada, karena bentang luas angkasa kita ternyata tak hanya satu galaksi Bimasakti. Namun ribuan bahkan mungkin jutaan. 2. Mahkluk itu, sebetulnya mungkin ada, hanya kecerdasan, komunikasi, karakternya beda dengan kita. 3. Bisa juga mereka ada dan mengerti kita. Hanya mereka memang tak peduli dengan mahkluk bumi yang bernama manusia ini, karena di planet bumi hanya saling MEMANGSA. 4. Mereka ada dan jadi predator (merusak) kehidupan lain. Ada semacam perang bintang, saling m,enghancurkan. Kita ?…menunggu gilirannya. 5. MEREKA MEMANG TAK ADA dan usaha manusia “menyapa mereka” sebetulnya sia- sia….

2. Itulah gambaran hakikat manusia, yang memang serba selalu bertanya dan mempertanyakan hal diri dan kehidupannya. Ini wajar, karena di Alkitab Kejadian, disaksikan manusia memang dicipta SEGAMBAR DENGAN TUHAN. Jadi beda dengan titah/ciptaan yang lain. Karena bisa berkomunikasi, pastilah Tuhan mencipta Adam dan Hawa TIDAK dengan tengkorak kepala yang KOSONG. Pasti diberi otak, dan ini karunia untuk mengasihi Tuhan juga dengan AKAL (Mat. 22 : 37). Persoalannya adalah, tidak semua permasalahan manusia bisa dijawab oleh manusia itu sendiri. Sebagaimana problem :”Dulu mana Ayam ATAUKAH Telor ?”. Jika dijawab TELOR. Maka,siapa yang bertelor?. Tapi jika dijawab AYAM. Maka persoalan baru: Ayamnya menetas dari telor siapa?. Mbulet (Jw) dan penuh misteri. Demikian juga, ketika kita sedang kena wabah Corona. Ada yang bertanya :Siapa sih biang kerok pencipta virus ini ?. Maka muncullah teori konspirasi dibidang politik. Dan itu bersifat spekulasi (Jw= Tepak- tepakkan). Yang belum tentu semua benar. Bahkan pertanyaan manusia mirip juga ketika murid Yesus bertanya tentang keberadaan seorang pengemis yang terlahir buta. Stigma (pendapat umum negatip)mengatakan : Yang berdosa adalah orangtua-nya. Tapi YANG LAIN mengatakan “ah..itu takdir buat anak tersebut”. Pendapat terakhir, bisa ujung- ujungnya “MENYALAHKAN Tuhan yang menciptakan si buta. Sementara itu Tuhan Yesus ternyata tak selalu menjawab pertanyaan muridNya itu seperti menjawab dalam ilmu matematika. Bahwa 1+ 1=2 . Tapi… IA menjawab :”Bukan anak itu yang salah, juga bukan Orang tuanya. Tapi supaya Anak manusia (Yesus) dimuliakan. Dan IA-pun akhirnya menyembuhkan sang pengemis yang buta tadi.

3. Dalam hal persoalan manusia, rupanya Alkitab menyaksikan ada hal- hal itu Rahasia Tuhan. Tidak semua manusia memahami. Dimana manusia cukuplah dengan keterbatasannya memahami dengan iman(Roma 12: 3), yang penting MULIAKAN ALLAH dengan segala upaya hidup untuk IA,agar berkenan kepada kita. Ini bukan berarti kita tak boleh menyelidiki segala pertanyaan kita. Termasuk DIMANA ALLAH , ketika kita sedang dalam bahaya Corona ?. Pertanyaan ini, bagi penulis bisa keliru. Ketika manusia diberi MANDAT TUHAN (Kej. 2: 15) untuk “mengeksplore” alam semesta. Tapi bukan hanya mengolah/mengupayakannya, namun juga MEMELIHARANYA. Nah…ketika 500 tahun manusia sudah merasa canggih dengan tehnologi dan ilmunya, tapi justru membabati hutan, jadi gundul, mengeruk unsur tanah untuk ditambang dan tidak direklamasi lagi. Tambang dengan pemakaian bahan kimia guna memurnikan emas, setelahnya dibuang sembarangan (limbah merkuri) dan meracuni ikan di lautan (ekosistem) sehingga rusak, menyebabkan banyak bayi lahir cacat. Pernahkan manusia mempertanyakan dirinya : “: Apakah AKU SUDAH ADIL TUHAN?”. Mestinya Bukan bertanya :”Di mana Allah?” tapi :”AKU SEDANG DI MANA TUHAN ?”. Sama seperti Adam setelah jatuh dosa, justru Allah yang proaktiv mencarinya dengan bertanya :”Adamm..adam…dimana engkau ?”. Apakah Tuhan TIDAK BERKUASA MELIHAT Adam yang bersembunyi ?. pasti Allah Tahu. Namun pertanyaan itu bermakna dalam….bahwa MANUSIA SUDAH HILANG dihadapan Pencipta-nya. Jangan- jangan virus bahaya dengan efeklnya pada kita sekarang ini, karena kesalahan kita sendiri ?. Bisa jadi ibadah kita hanya berhenti di tembok- tembok Gedung gereja, sehingga SAHADAT itu cuman dipakai ADU ARGUMENTASI menang- menangan dalam hal beragama?…Karena PENGAKUAN BAHWA ALLAH ITU ESA. Tak cukup dibibir saja. Tapi mari kita akui dalam tindakan kjita kepada titah yang lain. Agar kita juga ADIL sebelum kita minta atau mempertanyakan KEADILAN ALLAH!.

4. Dalam bacaan Alkitab kita dalam suasana HUT KE-55 GKJW LAWANG ada dua. Pertama,Kisah Para Rasul 1 : 11, mengingatkan kita. Bahwa saat Tuhan Yesus naik ke sorga kemudian ditutupi awan- awan kemuliaan. Posisi murid yang sedang “kamitenggengen”; mendongak ke atas (Vertikal), diingatkan malaikat. Mengapa kamu tertegun ke langit?. Ia nanti di akhir jaman, juga akan datang dalam awan- awan demikian. Kini jadilah saksi di dunia ini. Barangkali era kita juga sekarang diingatkan. Bahwa mungkin manusia tak perlu terlalu konsentrasi semata ke dunia meteor, UFO, dll. Bahkan ibadah juga tidak sekedar ritual di dalam Gedung gereja. Banyak persoalan di bumi menunggu kiprah nyata kita. Nah, dalam situasi kondisi darurat Corona (Covid-19), kita juga sedang dalam kondisi keterbatasan. Bisa kita berkarya seberapa kita maksimal lakukan, sambil menghindari virus bahaya tersebut. Tentu tetap berharap penuh Bahwa HANYA Allah yang sanggup memakai orang- orang bijhak, ahli virus menemukan penangkalnya. Dalam kondisi demikian kita juga diingatkan SALING MENGASIHI SESAMA. Termasuk saudara- saudari kita yang seiman. Karena dengan mohon hikmat Allah, Umat Kristiani era Rasul Petrus yang saat itu juga sedang menderita yang TIDAK SELALU SAMA DENGAN KITAA yaitu hinaan, tekanan pemerintah romawi maupun dari saudaranya yang Yahudi, yang menganggap kekristenan sebagai bidat baru saat itu. Petrus menghibur jemaat agar selalu berserah pada Kristus. Karena Ia-lah pemilik (penguasa) kehidupan di akhir jaman. Orang yang setia takkan dikecewakan. Karena itu marilah kita tetap berbagi dengan saling- membantu ditengah penderitaan sekarang ini. Pengharapan dalam Tuhan Yesus, menyanggupkan kita menjadi SABAR DALAM DERITA. Selamat Ulang Tahun ke 55 Gerejaku !

KPTJ GKJW LAWANG; Pdt. Sistrianto

Title: HUT GKJW Lawang ke-55: Bersabar Dalam Penderitaan
Permalink: https://gkjw.org/153-hut-gkjw-lawang-ke-55-bersabar-dalam-penderitaan
Category: Renungan