Lemot, Lambat, Lambreta



lemot lambreta gkjw-kura-kura-lambat

Bacaan : LUKAS 24: 13-35
Tema : LEMOT

Ibu/Bapak/Saudara yang dikasihi Tuhan,
Di jaman modern seperti sekarang ini kehidupan kita pasti tidak pernah lepas dari perangkat teknologi bernama HP Android. Tua-muda, laki-perempuan semua pasti tidak asing dengan benda yang satu ini. Namun ada kalanya HP Android kita ini bermasalah karena tiba-tiba menjadi lambat (bahasa gaulnya lemot) sehingga kurang nyaman dipergunakan. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari : RAM rendah, memory penuh, terlalu banyak menginstall aplikasi, dsb. bagi yang berduit banyak tentu mudah saja berganti HP baru, namun bagi yang pas-pasan akan berusaha memperbaiki HP lemot ini dengan membawanya ke tempat servis HP. Biasanya oleh teknisinya akan dilakukan suatu tindakan yaitu di-flash-kan atau di install ulang. Dengan metode ini maka kinerja HP akan pulih kembali. Demikian pula kehidupan kita. Ada kalanya harus menghadapi masalah yang bertubi-tubi sehingga menjadi terbeban penuh, terasa berat dan ujung-ujungnya membuat kita kehilangan semangat. Singkatnya hidup kita juga bisa menjadi lemot. Pertanyaannya bagaimana kita bisa mengatasi hal ini?

Kleopas dan kawannya dari bacaan kita hari ini yaitu Injil Lukas 24:13-35 juga tengah mengalami suatu kegalauan besar dalam hidupnya terkait dengan yang terjadi dalam diri Tuhan Yesus yang mati disalib. Ciri-ciri kegalauan Kleopas ini antara lain : ada sesuatu yang menghalangi mata sehingga tidak dapat mengenali kehadiran Tuhan (ay.16), bermuka muram (ay.17), kehilangan harapan (ay.21) dan sukar percaya (negative thinking) dengan kabar baik tentang kebangkitan Tuhan (ay.22-24). Dalam situasi yang demikian Tuhan Yesus datang dan mencela ke-lemot-an Kleopas dengan berkata : ‘’hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu!’’ (ay.25a) Maka seperti laiknya seorang tukang servis HP yang lemot, Tuhan Yesus melakukan serangkaian proses ‘’install ulang’’ kepada dua orang yang sedang menuju Emaus ini.

Proses ini ada dalam 3 (tiga) tahapan yang akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Via Purgativa (Jalan Pemurnian). Kepada orang yang pandangan hidupnya tengah kalut maka langkah pertama adalah memurnikan kembali cara pandangnya. Kepada Kleopas, Tuhan Yesus menjelaskan kembali tentang isi Kitab Suci sebagai pegangan hidup mereka. (ay.27)

2. Via Illuminativa (Jalan Pencerahan). Langkah berikutnya setelah mengalami pemurnian maka kepada Kleopas dan kawannya itu perlu dicerahkan dan disegarkan kembali. Tuhan Yesus melakukan cara itu dengan pemecahan roti supaya mereka ingat kembali. (ay.30-31)

3. Via Unitiva (Jalan Persatuan). Bagi orang yang sudah dimurnikan dan dicerahkan maka mereka perlu dipersekutukan kembali dengan sesama saudara beriman agar hidup mereka terus bertumbuh. Ini terjadi ketika Kleopas kembali ke Yerusalem dan berjumpa dengan Murid-murid yang lain. (ay.33)

Ibu/Bapak/Saudara yang dikasihi Tuhan,
Dalam masa raya Paskah ke-3 ini kita juga memperingati Hari Kartini (tanggal 21 April) sebagai peringatan akan perjuangan seorang tokoh perempuan Indonesia yang ingin mengentaskan kaumnya dari kebodohan dan ketertindasan. Salah satu surat yang dia tulis berjudul : ‘’Habis Gelap Terbitlah Terang’’ menandakan kepada para perempuan yang sudah dicerahkan dengan pendidikan mereka akan terbebas dari kegelapan dan masuk ke dalam dunia baru yang terang dan jelas. Apa yang dilakukan Raden Ajeng Kartini dan juga Tuhan Yesus Kristus memiliki semangat yang sama yaitu ingin mengentaskan manusia dari ke-lemot-an cara pandang dan sikap kita. Ketika kita mampu menemukan kembali semangat hidup ini, akan senantiasa ada energy yang tidak pernah habis untuk terus menggerakkan hidup kita kepada keberhasilan. Sama seperti Kleopas dan kawannya yang pergi ke Emaus dalam keputus-asaan namun kembali dengan semangat baru.

Tuhan memberkati kita semua.

Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih,
pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
(Mazmur 126: 5-6)

Pdt. Argo Daniel Satwiko, GKJW Bulusari

Title: Lemot, Lambat, Lambreta
Permalink: https://gkjw.org/47-lemot-lambat-lambreta
Category: Renungan