Menghakimi: Tamparan yang Mendidik



Menghakimi: Tamparan yang Mendidik, Gerakan Warga GKJW, UMKM GKJW.org

Pada ajang Oscar 2022 terjadi insiden Will Smith menampar Chris Rock yang menyebabkan kegemparan global, dan semua orang berkomentar apakah tindakan Will Smith, demi melindungi istrinya, bisa dibenarkan.
Hong Huang Xiang, seorang guru SD di Taoyuan, Taiwan menggunakan tamparan Will Smith menjadi suatu pendidikan refleksi yang sangat baik pada para murid kelas 6 SD di sekolahnya.

1. Guru Hong memberi tahu para murid bahwa Chris Rock berbicara tentang kepala botak istri Will Smith pada upacara penghargaan Oscar, Will Smith sangat kesal dan naik ke atas panggung dan menampar Chris Rock. Lalu guru Hong minta siswa untuk mengangkat tangan apakah mereka mendukung langkah Will Smith, dan hasilnya, 40% siswa mendukungnya.

2. Guru Hong memutarkan video kejadian, sehingga siswa mengetahui istri Will Smith telah kehilangan rambutnya karena sakit dan terapi obat, akibatnya dia mengalami kerontokan rambut dan sering diejek. Lalu guru Hong minta para siswa untuk mengambil sikap, dan hampir 90% mendukung pemukulan Will Smith.

3. Guru Hong bertanya kepada para siswa bahwa ejekan itu adalah kekerasan verbal, tetapi memukul seseorang adalah kekerasan fisik yang serius, dan setelah itu Chris Rock mengatakan dia tidak tahu bahwa istri Will Smith mengalami kerontokan rambut karena sakit. Apakah layak mendukung orang yang langsung main hakim sendiri? Kali ini, jumlah murid yang mengangkat tangan untuk mendukung pemukulan turun menjadi 40%.

4. Guru Hong memberi tahu para siswa bahwa Will Smith adalah saksi KDRT saat dia masih kecil, dia sering menyaksikan ibunya dipukuli oleh ayahnya sampai berlumuran darah, sejak saat itu dia bersumpah untuk melindungi keluarganya. Jadi Will Smith berusaha melindungi istri yang paling dicintainya. Setelah mendengarkan penjelasan ini, murid yang mendukung pemukulan Will Smith naik lagi menjadi 80%.

5. Guru Hong mengatakan bahwa insiden kekerasan baru pertama kali terjadi pada Oscar ke-94 tahun ini, dan tayangan ini telah disaksikan oleh ratusan juta orang, sehingga Akademi Film AS sedang mempertimbangkan untuk memberi sanksi Will Smith. Jika Chris Rock menuntut, Will Smith akan menghadapi enam bulan penjara dan ganti rugi $ 100.000. Denda yang sangat tinggi, apakah murid masih mendukung pemukulan? Kali ini tinggal 50% murid yang mengangkat tangan.

6. Guru Hong akhirnya bertanya: "Saya telah meminta para murid untuk mengangkat tangan lima kali, bila ada murid yang konsisten lima kali angkat tangan, tolong angkat tangan."

Ternyata, jumlah murid yang konsisten hanya 30% lebih sedikit.

Lalu guru Hong memberi tahu para siswa bahwa peran yang baru dimainkan ini persis seperti oknum tokoh politik atau media, yang sengaja memberi informasi sepihak, dan hasilnya tercermin dari 70% murid yang telah mengubah pendapat mereka berdasarkan informasi sepihak yang diberikan.

"Saya hanya memberi informasi yang saya inginkan para murid ketahui, apa yang tidak baik dan merugikan bagi saya, saya tidak akan mengatakannya, saya hanya ingin murid berpihak pada siapa, murid akan memilih siapa dan saya ingin murid membenci siapa, mereka juga akan mengikuti berdasarkan informasi yang saya berikan."

Inspirasi :
Fenomena ini sedang terjadi di seluruh dunia, juga di Indonesia khususnya. Oleh karena itu, siapapun yang memberi informasi pada Anda, Anda harus kritis dan tidak boleh menerima semuanya begitu saja.
Biarpun orang tua, guru, guru agama, pemuka agama, media, politisi, ada kalanya mereka salah, kita harus menjadi dewasa dan sanggup membedakannya, jangan menjadi orang bodoh yang mudah dipecundangi orang lain.

Penulis asli : No Name
GriyaHipnoterapiMalang.com

Title: Menghakimi: Tamparan yang Mendidik
Permalink: https://gkjw.org/963-menghakimi-tamparan-yang-mendidik/
Category: Artikel