Menjadi Murid dan Saksi Tuhan dengan rendah hati, cerdas dan bersahabat



Menjadi Murid dan Saksi Tuhan dengan rendah hati, cerdas dan bersahabat, Gerakan Warga GKJW, GKJW

Bacaan : Matius 10 : 24-39
"Menjadi Murid dan Saksi Tuhan dengan rendah hati, cerdas dan bersahabat"

1. Dalam bagian Sabda Yesus buat para murid-Nya adalah : "Bahwa keberadaan Murid tak kan lebih daripada Guru-nya" ( Mat. 10: 24). Demikianlah di era kita sekarang, bahwa menjadi saksi dan Murid-Nya jelas memiliki risiko. Bisa jadi oleh dunia ini kita bisa dicurigai, bahkan dimusuhi tanpa sebab. Hal menarik bahwa ketika para murid-murid Yesus ini setia, mereka tak perlu takut. Tentu sejauh seorang murid itu tidak pernah menyangkali gurunya. Maka Tuhan Yesus pun menjamin hidup para murid-Nya tadi. Jelas Yesus menghendaki agar hidup para murid-Nya menjadi makna bagi ciptaan-Nya yang lain. Ia sanggup memelihara kita.

2. Kita paham bahwa dalam kehidupan manusia modern pun yang sekarang cenderung tampil keras, bahkan penuh kemunafikan. Murid-Nya dituntut hidup cerdas, tulus dan rendah hati. Suatu keberadaan yang meuliskan seseorang tuan yang mengutus hamba-Nya bagai domba diutus ke tengah serigala. Demikianlah kehidupan di dunia ini menuntut seorang murid terus mau belajar dan berani meninggalkan "zona nyaman". Justru di tengah tantangan inilah, Tuhan malahan menampakkan penyertaan-Nya.

3. Minggu tanggal 21 Juni hari ini, tradisi gereja GKJW merupakan kegiatan "Aksi Kesaksian dan Pelayanan" yang melibatkan semua warganya. Sekalipun dalam kondisi "keterbatasan" karena pandemic Covid-19. Penutupan kegiatan bulan KESPEL tak berarti, bentuk aksi kesaksian dan pelayanan gereja lantas selesai, bukan. Justru dengan ditutupnya kegiatan yang sebetulnya merupakan "model" atau "prototipe" bentuk kesaksian dan pelayanan Gereja di tengah masyarakat sedang dan malahan "baru" dimulai. Yang pada selanjutnya hal kesaksian dan pelayanan yang demikianlah yang seharusnya terus kita lakukan. Ketika banyak orang membutuhkan kehadiran kita dengan berbagi entah pengalaman, pengetahuan maupun ide- ide baru untuk pembangunan hidup bermasyarakat. Sekaranglah saatnya. Sekarang kita bukan diminta berteori dalam kehidupan sosial, namun aksi nyata. Apa yang bisa kita lakukan yang terbaik untuk Tuhan dan sesama. Yakni berani meninggalkan "Zona Nyaman" tadi.

4. Keberadaan pandemic Covid-19, kita harus selalu siuman. Kalaupun keberadaan ekonomi terpuruk, kita harus bahu membahu mulai merangkak, dan bangkit kembali. Para Murid Kristus diminta cerdas, kreatif, tulus dan rendah hati. Bahkan harus bersahabat kepada semua orang. Di dalam ayat 32 Yesus bersabda : "Siapa yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga", suatu hal yang mengisyaratkan, bahwa dalam masa pandemic Covid-19 kita juga tetap setia mendukung program pemerintah yang berupaya melindungi dan memelihara kehidupan warganya. Kalaupun hingga sekarang kita masih belum mulai ibadah di gereja, bukan berarti kita tak bisa beribadah. Kita tetap bisa berkarya dari rumah. Demikian juga hal menerapkan pola hidup sehat. Hal ini juga demi kebaikan kita semuanya. Marilah kita berkarya sesuai dengan kewenangan dan talenta masing-masing. Sekalipun dengan menerapkan ajaran Kristus sebagai bentuk pengakuan kita bahwa DIA memang Guru dan Raja kita, suatu hal yang tidak mudah. Namun yakinlah ketika kita setia melakukan sabda-Nya dan kehendak-Nya pastilah Dia menyertai kita. Karena itu tidak perlu kuatir akan segala hal. Ia sanggup memelihara kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Lawang, 14 Juni 2020.
Disarikan dari Kotbah Pdt. MS. Andikarada STh.
a.n. KPTJ. GKJW LAWANG; Pdt. Sistrianto.

Title: Menjadi Murid dan Saksi Tuhan dengan rendah hati, cerdas dan bersahabat
Permalink: https://gkjw.org/439-menjadi-murid-dan-saksi-tuhan-dengan-rendah-hati-cerdas-dan-bersahabat
Category: Renungan