Berkah Dalem



Berkah Dalem, Gerakan Warga GKJW, Gerakan Warga GKJW

Berkah Dalem

Mulanya umat Katholik memakai uluk salam, DEO GRATIAS. Yang berlaku di semua tempat dan waktu. Ketika bertemu, bersapa, mengawalinya dengan deo gratias. Dari kata latin yang bermakna: Syukur Kepada Allah.

Salam yang indah penuh makna.
Tetapi pada pengucapannya terdengar asing. Ya karena dari bahasa asing (latin) itu. Terlebih bagi awam. Jangankan memahami maknanya, paling awal pasti akan mencari dulu artinya apa. Sampai akhirnya seorang Pastor Jesuit di Paroki desa mengenalkan sebuah salam. Pastor tersebut nyaris tidak disebut dalam sejarah dan ungkapan tersebut tidak dijadikan quotation supaya mengumat.

SOETAPANITRA, namanya. BERKAH DALEM, ucapan salamnya.

Seorang Imam Jesuit di Paroki Wonogiri. Seperti makna berkah dalem, hidupnya penuh sederhana. Karena semuanya berasal dari Sang Pencipta. Dalam mengunjungi umat di stasi stasi ndesonya , "Seragam dinasnya" khas. Berjubah kelabu, bersandal jepit , tas kain, tongkat dan caping.
Hidangannya pun tidak aneh aneh. Permintaannya, singkong rebus. Singkong yang berasa khas. Karena tumbuh di tanah berkapur itu. Minumnya, Teh nasgithel. Singkatan dari Teh paNas, leGi, kenThel.

Dialah yang membawa wayang dan gendhingnya masuk gereja. Ketika di tempat lain masih berdebat boleh tidak. Ternyata banyak umat di stasi-stasinya yang berbakat Karawitan. Inkulturasi liturgi misa. Alunan gendhing gamelan membahana mengiringi misa. Dan Misa itu menjadi lebih "nyes", menusuk di hati. Halaman gereja St. Yohanes Rasul Wonogiri pun tak lepas dari berkah dalem itu. Ditanamilah pohon pohon penuh makna. Contoh saja :
Pohon kluwih. Dari kata luwi = lebih. Mengingatkan Hyang linuwih. Yang lebih adalah milik Tuhan. Jika mempunyai luwi (kelebihan) selalu ingat untuk berbagi.
Pohon duren. Ojo maido marang Pangeran. Jangan sangsi atau tidak percaya kepada Tuhan.
Pohon pisang moro sebo. Moro = datang, sebo = sembah. Datang menghadap dengan sembah.

Itulah sedikit catatan teologi kontekstual Romo Soetapanitra. Firman itu turun ke bumi. Ya bumi Indonesia, karena kita hidup disini. Saya bukan umat Katholik, tetapi salam Berkah Dalem terasa pas. Terasa di lidah dan di hati. "Migunani" dan "Indonesiani" daripada…. Ya daripada.

Matur nuwun swargi Romo Soetapanitra
Berkah Dalem

Oleh: Hadiyanto
embeumkm.com

Title: Berkah Dalem
Permalink: https://gkjw.org/773-berkah-dalem/
Category: Artikel