Mental Block: Kurang Percaya Diri



Mental Block: Kurang Percaya Diri, Gerakan Warga GKJW, GKJW

Saya akan mengawali tulisan ini dengan mengutip satu paragraf dari tulisan yang berjudul Kurang Percaya Diri yang sudah dimuat di situs www.gkjw.org

Kutipannya demikian,” Dulur, ini artinya atau kesimpulannya masih banyak para UMKM yang belum memiliki keterampilan, baik keterampilan dalam mengemas produk, membuat konten promosi dan belum memiliki legalitas secara hukum. Nah, dulur, saya melihat, kemungkinan ini yang telah menjadi salah satu faktor kurang percaya diri bagi mereka” Rasa tidak percaya diri jika dilihat dari perspektif teknologi pikiran yang saya geluti saat ini adalah suatu bentuk perasaan atau emosi yang paling banyak “hinggap” dan dialami oleh banyak orang, baik orang dewasa ataupun anak-anak.

Banyak dijumpai anak-anak yang mempunyai masalah rasa tidak percaya diri sehingga potensi yang luar biasa dalam diri anak yang merupakan anugerah Tuhan tidak bisa keluar dan dimunculkan dalam bentuk perilaku. Perasaan tidak percaya diri ini sering muncul dalam bentuk perilaku malas belajar karena merasa diri tidak bisa, bodoh, tidak suka pelajaran tertentu, takut gagal, cemas, kuatir, dll.

Sedangkan bagi orang dewasa, rasa tidak percaya diri ini terlihat dalam bentuk perilaku yang hampir sama dengan anak-anak misalnya takut gagal, takut memulai sesuatu yang baru, merasa diri tidak mampu, merasa diri tidak layak, takut sukses, suka menunda-nunda, banyak alasan, menyalahkan diri sendiri dan orang lain, dll

Rasa tidak percaya diri tidak lain adalah sebuah hambatan mental dalam diri seseorang atau biasa dikenal dengan istilah “mental block”. Hambatan ini tidak mudah untuk dibereskan karena terletak di pikiran bawah sadar, dimana seringkali seseorang berkeinginan dan berupaya keras (will power) untuk membereskannya namun selalu gagal. Hal ini terjadi karena upaya keras tersebut dilakukan hanya di level pikiran sadar saja, tidak sampai mengena ke level pikiran bawah sadar dimana rasa tidak percaya diri ini berada. Dan sesuai hukum pikiran bahwa pikiran bawah sadar 9 kali lebih kuat pengaruhnya dibandingkan dengan pikiran sadar.

Hambatan mental atau mental block bisa dianalogikan sebagai sebuah hand rem (rem tangan) yang ada di mobil. Sering dijumpai, seseorang untuk bisa meningkatkan kinerja atau performance dengan cara memotivasi dirinya sendiri (bisa dianalogikan dengan menginjak pedal gas di mobil dengan kuat) melalui upaya secara sadar dengan membaca buku-buku motivasi, mengikuti seminar motivasi atau dengan melakukan sugesti diri. Hal-hal ini bukanlah sesuatu yang salah, tetapi tidak tepat apabila dilakukan sebagai satu solusi yang paling penting. Karena sekuat apapun pedal gas di mobil diinjak, selama hand rem masih ditarik dengan kuat maka mobil tidak akan bisa berjalan dengan cepat.

Artinya yang harus diselesaikan terlebih dahulu adalah bagaimana membereskan hambatan mental dalam diri atau melepaskan hand rem, barulah dilakukan motivasi diri atau menginjak pedal gas dengan kuat.
Bahkan dijumpai ada seseorang yang tidak perlu melakukan upaya motivasi, namun hanya membereskan hambatan mental bisa mengalami perubahan yang luar biasa.

Karena sesungguhnya setiap orang yang punya niat dan kemauan kuat dalam diri adalah seseorang yang sudah termotivasi secara intrinsik, hanya saja semuanya ini terhambat oleh sebuah tembok besar yang disebut dengan mental block.

Ditulis oleh :
Purnomo, CHt
Hipnoterapis Klinis
Founder Griya Hipnoterapi Malang
griyahipnoterapimalang.com

Title: Mental Block: Kurang Percaya Diri
Permalink: https://gkjw.org/631-mental-block-kurang-percaya-diri/
Category: Bineka