Bineka - Sate Babi Segaran: Gede Murah Enak Beberapa bulan lalu waktu teman saya berada di Segaran (Wates, Kediri) mengunjungi mertuanya, ia menawari saya apa titip sate babi enak khas Segaran. Saya menanyakan harganya berapa. "20 ribu!" katanya membuat saya terkejut. Saya nitip 2 bungkus (20 tusuk). Malam harinya teman
-
KISAH DAUD VS GOLIATHo superbook
-
Bayi Panda jembatan yang Terjatuh Lagu Mobil o Lagu Anak anak BabyBus Bahasa Indonesia
-
Who Will Win the CoComelon Boat Race Brother VS Sister Challenge shorts cocomelon
-
Nana Berkunjung ke Kota Shorts TayoBahasaIndonesia
-
SUPERBOOK KIDS CLUB ucU 30 JUNI 2024 SEKOLAH MINGGU ONLINE superbook
-
LIVE Keajaiban Sulap Kerajinan Ratu Elsa Rumah Mini DIY dan Riasan Seru
-
IBADAH MINGGU 30 JUNI 2024 GKJW JEMAAT TANJUNG PERAK
-
GKJW Feeds is collection of rss atom and last updates news about GKJW Updated every hour
![Becik Ketitik "Gendheng" Ketara, Gerakan Warga GKJW, UMKM GeKaJeWe Becik Ketitik "Gendheng" Ketara, Gerakan Warga GKJW, UMKM GeKaJeWe - gkjw.org](https://gkjw.org/wp-content/uploads/2020/09/kantorma-400x225.jpg)
2. Becik Ketitik "Gendheng" KetaraBecik Ketitik "Gendheng" Ketara
Artikel - Kalau anda itu menghayati budaya Jawa pastilah pernah mendengar pepatah bijak warisan leluhur orang Jawa yang berbunyi “Becik Ketitik Ala Ketara”. Pepatah ini terjemahan letterlijk-nya adalah “Yang Baik (akan) terbuktikan, Yang Busuk (akan) tersingkapkan”. Di baliknya terkandung bertumpuk makna agung mulia yang tak akan pernah cukup untuk dituliskan. Kalaupun
![Gesang Enggal, Gerakan Warga GKJW, GKJW.org Gesang Enggal, Gerakan Warga GKJW, GKJW.org](https://gkjw.org/wp-content/uploads/2020/06/gkjw-gesang-enggal-400x225.jpg)
3. Gesang EnggalGesang Enggal
Renungan - Bacaan : Yohanes 3 : 1 – 17 Kapan panjenengan gesang enggal? Wekdal baptis, sidi, mantenan. Kapan? Bok menawi, sacara lair boten wonten ingkang benten saking Nikodemus saderengipun lan sasampunipun tepang kaliyan Gusti Yesus, nanging kita saged sinau saking Nikodemus: 1. Nikodemus tiyang ingkang purun nyinaoni gesang. Nyinaoni gesang dipun betahaken ing
![PENTAKOSTA: Tanpa Kuatir PENTAKOSTA: Tanpa Kuatir - gkjw.org](https://gkjw.org/wp-content/uploads/2022/06/pentakosta-2022-tanpa-kuatir-400x300.jpeg)
4. PENTAKOSTA: Tanpa KuatirPENTAKOSTA: Tanpa Kuatir
Renungan - "Gereja sekarang lebih banyak bikin masalah dari pada menjadi jawaban." kalimat itu diucapkan seseorang yang ada di seberang gawai dengan nada marah. Sebut saja namanya Hans, seorang pengusaha yang tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Timur. Aku mengenal Hans pada pertengahan 2016 saat melayani di sebuah persekutuan
![Gusti Mangertos Kabetahan Kita Gusti Mangertos Kabetahan Kita - gkjw.org](https://gkjw.org/wp-content/uploads/2020/06/gkjw-gusti-mangertos-400x225.jpg)
5. Gusti Mangertos Kabetahan KitaGusti Mangertos Kabetahan Kita
Renungan - Bacaan : Matius 4: 12-22 Wonten wartawan ingkang wawan rembag kalian salah satunggaling pasien ing griya sakit, "Miturut sampean, Gusti Allah kuwi apa lan sapa dik?" Pasien punika paring wangsulan, "Gusti Allah kuwi Maha tabib, sing mesti paring bagas kasarasan lan kakuatan nalikane wong lagi nandang lara. Panjenengane kuwi
![Balewiyata Dalam Perjalanan Waktu: Catatan Ulang Tahun ke-95 Balewiyata Dalam Perjalanan Waktu: Catatan Ulang Tahun ke-95 - gkjw.org](https://gkjw.org/wp-content/uploads/2022/06/ultah-balewiyata-ke-95-400x225.jpg)
6. Balewiyata Dalam Perjalanan Waktu: Catatan Ulang Tahun ke-95Balewiyata Dalam Perjalanan Waktu: Catatan Ulang Tahun ke-95
Artikel - Salah satu puncak perkembangan pendidikan di antara umat Kristen di Jawa Timur, adalah pendidikan teologi untuk menghasilkan rohaniawan. Perkembangan jemaat Kristen yang pesat menyebabkan sekitar tahun 1920 muncul kebutuhan menghasilkan tenaga pastoral Jawa. Inilah latar belakang pendirian sebuah lembaga pendidikan teologi yang dikenal sebagai Balewiyata. Pada tahun 1922, Nederlands
![gkjw-melihat-matahari-pantai-siluet gkjw-melihat-matahari-pantai-siluet - gkjw.org](https://gkjw.org/wp-content/uploads/2020/05/gkjw-melihat-matahari-pantai-siluet-400x225.jpg)
7. Memandang MatahariMemandang Matahari
Artikel - Di saat adanya pandemic covid-19 ini, banyak sekali berita-berita yang bertebaran di sekitar kita. Baik itu di dunia nyata maupun di dunia alam maya. Berita-berita yang beredar itu lebih banyak mengarah kepada hal-hal yang negatif, sekaligus membuat banyak orang menjadi khawatir. Namun tak dapat dipungkiri pula, bahwa
![gkjw ibrahim tunggul wulung gkjw ibrahim tunggul wulung - gkjw.org](https://gkjw.org/wp-content/uploads/2020/05/gkjw-ibrahim-tunggul-wulung-1800-1885-400x225.jpg)
8. Ratu Adil – H+15 PSBB.SbyRatu Adil – H+15 PSBB.Sby
Artikel - Cuplikan debat, adu elmu Ngabdullah Vs Endang Sampurnawati : Endang : "Ana kemiri tiba saiki, kena dijupuk dhek wingi". Ada buah kemiri jatuh sekarang, tapi buahnya bisa diambil (dinikmati) kemarin. Ngabdullah : "Ratu adil mertamu, tamu mbagekake kang didayohi. Sebiting tanpa sangu" Ratu adil datang sebagai tamu justru ia yang melayani padahal
![berjumpa dengan Tuhan Yesus secara pribadi gkjw berjumpa dengan Tuhan Yesus secara pribadi gkjw - gkjw.org](https://gkjw.org/wp-content/uploads/2020/06/gkjw-berjumpa-tuhan-yesus-pribadi-400x225.jpg)
9. Berjumpa dengan Tuhan Yesus secara PribadiBerjumpa dengan Tuhan Yesus secara Pribadi
Renungan - Bacaan : Yohanes 14: 15 – 21 Saudara-saudara ada pepatah yang mengatakan Tak Kenal Maka Tak Sayang, pepatah ini ingin menjelaskan bahwa, perasaan sayang, perasaan percaya, akan muncul sebagai reaksi hati yang memang sudah sangat mengenal. Jadi mengenal dengan sungguh-sungguh itu bukan hanya soal kenal tetapi lebih
![Bergerak Bersama Menuju Panen Raya Bergerak Bersama Menuju Panen Raya - gkjw.org](https://gkjw.org/wp-content/uploads/2020/07/gkjw-bergerak-bersama-panen-raya-400x225.jpg)
10. Bergerak Bersama Menuju Panen RayaBergerak Bersama Menuju Panen Raya
Artikel - Sahabatku yang terkasih, Sering ada peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba dan sangat dahsyat, yang bisa berdampak bagi kehidupan manusia. Misalnya, dari orang yang merasakan hidup berkecukupan, tiba-tiba dalam sekejab bisa berubah menjadi berkekurangan. Pengalaman hidup yang demikian ini pernah dialami Pemazmur (Mazmur 126: 1-6). Pada mulanya, Pemazmur senantiasa